…………nikah…………
“Jangan lupa datang tanggal 26 di mesjid raya ya”…..bagiku,tidak perlu lagi bertanya, “ada apa” dan “ngapain kesana”…yang pasti dan tak lain, ini Adalah undangan pernikahan. sebenarnya sudah puluhan kali aku selalu berkata “insya Allah”, tapi tidak pernah sekalipun menghadiri undangan untuk menyaksikan akad nikah tersebut. Selalu dengan alasan yang sama, alasan untuk membenarkan tindakan untuk tidak datang…malu, karena yang mengundang dan mempunyai hajatan untuk menikah adalah kawan yang jauh lebih muda… Tapi undangan kali ini benar-benar tidak bisa di tolak….
Dan dengan wajah yang gembira…(kl pasang wajah sedih…malah mencurigakan… he.he.he….. ) tepat jam 09.00 WIB, tiba di mesjid Raya, Jam 09.25 WIb, prosesi dimulai, di buka dengan mukadimmah oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-qur’an, dilanjutkan dengan sedikit nasehat perkawinan, ijab Kabul, penyerahan mas kawin….selesai…..
Selesai?…ya iyalah, memangnya mau ngapain lagi….ternyata prosesi nikah tidak sulit dan bertele-tele ya, simple namun penuh dengan makna, namun bagaimana setelah nikah?
Another story …………………………………………………
sebelumnya ……. Sebelum menikah, ada yang namanya proses pacaran, (pacaran bagi sebagian orang mengganggap itu haram…sebagian lagi menganggap itu sebagai pendekatan pra nikah…ah,biarkan saja mereka adu mulut dan adu argumentasi (aku juga tidak tau mau berdiri dimana!)). Dan setelah pacaran, timbul keinginan untuk menikah, niat untuk menikah yang timbul dari 2 orang yang berlainan jenis ini merupakan intepretasi kasih sayang mereka. Menjalankan perintah agama, Mengikat janji untuk saling setia sampai maut memisahkan…
Sekarang……..1 dan 2 tahun setelah menikah….sibuk dengan urusan masing-masing, konon lagi suami berangkat jam 08.00 untuk bekerja, istri berangkat jam 08.30 untuk berjumpa dengan lelaki lain, atau istri sibuk masak di rumah sambil menjaga anak, suami sibuk di luar meeting di hotel atau di semak belukar dengan mengeloni perempuan yang bukan muhrimnya.
Nanti, suatu saat……… ketahuan pengkhianatan ini, saling menyalahkan, saling menyesali akan terjadinya pernikahan, saling melempar caci maki, pendek kata, kita bermusuhan…mulai dengan gugat menggugat, cerai, diakhiri dengan sengketa harta benda. Setelah itu, Semuanya selesai…
..…lamunan yang ngelantur…………………………………………
Selamat menempuh hidup baru saudaraku, semoga lamunan yang ngelantur itu tidak terjadi pada kalian, pada kita semua, namun yang pasti, tetaplah menjaga anugrah yang di berikan, karena tidak semua dari kita dapat merasakan indahnya menikah dan berumah tangga, tetaplah sayang menyayangi, walau terkadang waktu memaksa kita untuk kalah….



alex© berkata,
Kamis, 30 Oktober 2008 pada 14:54
Nikah, bro… nikah…
Mumpung BBM dunia lagi mau turun ini
*lirik tabungan*
si tampan berkata,
Senin, 22 Desember 2008 pada 1:55
nikah enak loh…heuheuheu
ballz7 berkata,
Selasa, 23 Desember 2008 pada 14:14
yaiyalah nikah enak…yang halal-halal pasti enak…he.he.he…..
jsucks berkata,
Jumat, 26 Desember 2008 pada 3:28
u’re my best friend om