Badut

Rabu, 3 Desember 2008 at 20:36 (gooo....blog...!!!!!)

Pelawak adalah badut, tapi badut belum tentu pelawak?…masak sih?, halah!!!, apalagi ini….

Menurut salah seorang kawan yang mengaku ahli badut (sekarang memang lagi trend aku-mengaku, seperti mereka yang mengaku berjuang demi rakyat, padahal….), dan menurut ahli badut yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebadutannya ini, perbedaannya terletak pada peran, pelawak bertanggung jawab dalam seni membuat/ menformulasi suatu cerita menjadi lucu dan menghibur para penontonnya, jika ceritanya tidak lucu dan mengecewakan, tamatlah riwayatnya!!! Dan pelawak adalah kita semua, setiap orang adalah pelawak, melawak adalah bagian dari fitrah kita sebagai manusia, karena setiap orang mempunyai sisi humorisnya, diktator yang paling sadis pun di dalam hidupnya pernah melawak.

Sedangkan badut, tidak semua orang dapat menjadi badut, dan tidak semua orang mau menjadi badut, badut tidak di tuntut untuk dapat melawak, karena tanpa melawakpun dan hanya mengandalkan performance atau penampilan saja dapat membuat orang tertawa atau cuma dapat nyengir atau cuma tersenyum miris. Badut juga banyak jenisnya, ada badut yang berpenampilan seperti tokoh kartun, ada badut politik berkedok malaikat di musim pemilu dan pilkada dan badut politik yang berkedok aktivis intelektual, etc.

Yang menarik, adalah badut politik ini, badut politik ini merupakan badut musiman, badut berkedok malaikat, memainkan perannya pada saat Pemilu ataupun Pilkada, mengaku dari pentas ke pentas sebagai pembawa aspirasi rakyat, rela mati demi rakyat, juru selamat kaum proletar, pejuang di garis depan memerangi korupsi. Walaupun nantinya menjadi pesakitan di pengadilan karena korupsi. Lawakan yang tidak lucu!!!

Yang lebih menarik, badut politik yang berkedok aktivis intelektual, walaupun mirip dengan badut pemilu dan pilkada, badut ini lebih unik dan khas, badut ini memainkan peran jika ada orderan untuk isu pembusukan oleh lawan politik. bertindak tanpa melihat objektifitas isu, hasil akhir yang diinginkan juga tidak jelas, karena bergerak tanpa strategi yang matang, yang penting hantam dulu, provokasi massa dengan pembusukan sebusuk-busuknya pembusukan. Turun dari jalan ke jalan berkoar-koar mengaku intelektual padahal cuma tukang bual yang berotak kosong….. Ini lebih tidak lucu !!!

At last, teori kawan yang mengaku ahli badut ini sangat tidak bisa dijadikan isme-isme baru, karena sangat konyol dan ngawur, namun bagai manapun semuanya kembali ke diri kita masing-masing untuk mengkoreksi diri masing-masing, karena di luar sana masih banyak kedok-kedok badut lain yang menunggu kita bermetamorfosis untuk memainkan perannya ………………………………

Aaarrrrrrrggggghhhhh!!!!……ini juga omong kosong…lupakan saja………………

& Komentar

  1. alex© berkata,

    Badut-badut sekarang banyak yang muda-muda lho, Bro…. :P

    Lumayan menghibur juga lihat “lawak-lawak” belakangan ini. Paling asyik liat orang kebakaran jenggot karena periuknya gosong gara2 tak dapat proyek :lol:

  2. iqbal berkata,

    mungkin itu yang namanya badut proyek, bro ya? :mrgreen:

  3. alex© berkata,

    Ohohoho… jelas! :lol:

    Cak dikau bayangkan: masih muda, punya C.V. sendiri, lalu obsesi jadi caleg. Tereak2 kalo yang di DPRD selama ini sibuk sama proyek. Lha… apa itu aktvis2™ yang mo jadi caleg (dengan LSM/C.V.) sendiri, tak akan sibuk sama proyek2 nanti? :lol:

    Kalo mentalnya aja udah mata duitan duluan, apalagi nanti. Sudah banyaknya itu aktivis2 fakir miskin begitu, giliran berkuasa jadi pelawak birokrasi yang belagak macam borjuis…


    *lirik poto wagub hari ini* :P

  4. iqbal berkata,

    he.he.he…..kalo itu seh banyak ini, di sekeliling kita juga itu-itu… :mrgreen: borjuis bermental peliaraan kolonialis….

Tulis sebuah Komentar